Hari kelima
Aku: “Ga boleh ya kamu sentuh di bagian dadaku..Oke sayang?”
Dia : “Oke..”
Hari keenam
Aku”’: “Ga tahan ni,,pegang dadaku donk,,remas..pegang putingku,,ga tahan nih,,ahh..”
Dia”‘: “Gpp ni? kamu g marah kan nantinya ma aku? Sekali ini aja ya..terakhir kali deh aku remas-remas,,oke?”
Aku”‘: ” Gpp..ayolah,,,iya, ini terakhir kali..”
Dia”‘: “Baiklah dada ku sayang,,,aku akan meremas-remasmu dan kubelai putingmu,,sekalian aku kulum..waw..menyenangkan sekali…”
Aku”‘: “Km juga mau? aku pijit ya..enak g?”
Dia”‘: “Enaklah sayang.. “
Hari ketujuh
Aku”‘: “Pegang dun..huft,,”
Dia”‘: “Ga ah..ntr kamu marah ma aku,,”
Aku”‘: “Engga,,aku g marah,,ya…plis,,pegang,,,”
Dia”‘: “Iya,,sayang…”
Detik ini
Kapan dia dan aku berhenti untuk bermain-main dengan kelamin ku dan dia???????
Aku sudah berkomunikasi dengan vaginaku dan dadaku.. vaginaku menuntut untuk dimasukan penis..
dadaku menuntut untuk diremas-remas..dan kulum oleh lelaki..
tp otakku tak mau,,mau dijadikan apa hatiku dan harga diriku ini,,
Apakah vaginaku ini independent dari tubuhku sehingga aku membebaskannya?
Tp aku tidak ada klu tidak ada vaginaku ini,,
Vagina,dada, otak,vagina,dada, otak,,,
apakah vagina dan dada harus kuberi otak agar berpikir?
Salahkan paman Freud!!!
kenapa aku jd tersugesti klu hasrat itu sulit terkendali oleh ego..
ARGHHHHHHHHHHH…….
Masih ingin bermain-main dengan puting ini,,dada ini,,dan vagina ini..