Category: Dark Memory


Masih Kudamba Apel itu!

Apel itu tak mau kujilat

karena aku sudah mendapatkan apelku sendiri

manis..

tapi aku masih mendambakan apel yang berada di atas sana..

tp apel itu menolak untuk ku petik

apel itu hanya bisa mengagumiku dari jauh..

dan aku hanya bisa mengaguminya dari jauh pula..

menatapku sendih karena ku pilih apel yang lain..

Maih kudamba apel itu..

Ku harap bisa memilikinya lain kali..

Apa arti mimpi ini?

Aku ada di sebuah kuil

Tak terlalu ramai

Gelap

Ada lilin

Seorang laki-laki menghampiri

aku ditusuk pisau

aku dibunuh dan mati

Tiba-tiba, aku ada di tepi jalan

Ada pria yang menghampiri

Ia menusukku lagi dan aku mati…

hidup..mati..hidup..mati..hidup..mati..

lalu hidup dalam alam nyata..

lalu hidup di alam mimpi malam hari berikutnya..

Cemas Yang Mencekat

Waktu itu malam

Waktu itu kantuk nan derita

Waktu itu terbangun dengan tangan tertopang dagu

Waktu itu sambil membaca terpejam bahan-bahan bacaan

Kaget, tersontak..

Aku ada di mana?

Oh.. Ya.. Aku sadar..

Terbangun suara ‘Sang Bayangan’

Terbangun oleh merdunya suara itu

Terbangun keharuan kini

Terbangun ku ke kamar mandi dan menggosok gigi

Terbesit menyalakan komputer

Terbesit online dan buka facebook

Akhirnya online bersama ‘Sang Bayangan’

Bicara Tentang ini dan itu

Bicara apresiasi pusi Sapardi Djoko Damono:

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu…

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”

Hem.. ‘Sang Bayangan tidak paham’

Penyesalan…

Bicara ini itu tentang ini dan itu

Lalu ‘Sang Bayangan’ bertanya: “Kapan kita bersatu sebagai tubuh dan bayangan?”

Darahku mencekat, sesak dadaku..

Apapunkah, apapunkah…

Esensi itu telah hilang! Kau kemana saja?

Apakah kau lebih dulu mengejar esensi matahari kemudian mencari di labirin kah tubuh ini?

Keterlaluan!! Bukankah satu tubuh dan bayangan? 

Aku kecewa.. Kau memang pantas untu diinjak tubuh ini!!!

Kata ‘Sang Bayangan’ : “Aku menyesal hai tubuh.. Aku menangis untuk dirimu..Kalau kau tak percaya dan tak melihat, mataku ini jadi taruhannya.”

(bisik-bisik dalam hati..Kau tak punya mata, mana bisa kau mempertaruhkannya..-tubuh sungguh kejam-)

Kau Tak PANTAS!!!!!!

AKU BENCI BAYANGAN!!!!!the_shadow

Rasa Yang Terulang Kembali

 Semuanya kini bersinar

Tiada lagi kegelapan yang membentengi

Rasanya menyenangkan

Menyenangkan sekali

Maaf ya sobat sekarang aku agak egois

hanya sebentar untuk menahan rasa yang terulang kembali

waktu SMA..Bahkan tambah meluap-luap

Ini tentang cinta Platonis

 

Alam bawah sadarku akhirnya meledak

Aku menghampiri pria yang kusayangi

em..tunggu…aku blm yakin itu sayang atau cinta

Yang pasti meski dia berubah penampilan

AKU MAKIN suka…^^

 

Sobatku yang baik,,aku akan menceritakannya besok..

 

Love u

Love u

Andai kau bisa membatu..Aku akan sangat senang

 

God too..Pleaaaase…I beg u,,

Never come true, but i still have that happines…–a

I like this feeling

LIke this lirics…”I should be so lucky..in love”

 

I love this…

 

Kuburan

Kuburan

23 September 2009

 

 

02.00 am

Kegelapan menyelimuti layar di depan mataku..Tak lama kemudian tampaklah aku sebagai sebuah kesadaran terdapat di ruang berbentuk persegi. Ruangan itu cukup besar untuk menampung 15 orang. Ruangan yang  gelap untuk melihat jarak 5 meter. Ruangan itu tampak hanya disinari secercah cahaya lilin. Aku ditemani oleh kurang lebih 2 orang teman yang itu pun tidak-ku kenal identitasnya. Tak jadi masalah akan hal itu. Tapi, masalah besar ketika, tiba2 sesosok makhluk asing menampakan dirinya kepadaku. Entah yang lain meyadarinya atau tidak. Aku sejenak menganalisis makhluk itu. Sekilas pada tatapan atau catch form, aku melihat sesosok alien. Ukuran tubuhnya kecil dengan kepala yang besar. Mata besar, mulut kecil, tangan kecil, kaki kecil, serta kulit perpaduan warna cokelat dan abu-abu.

Entah bagimana, makhluk itu berniat mengejarku. Lantas aku keluar dari dimensi ruangan itu menuju sisi ruangan lain yang tampaknya sebuah alun-alun rumah dengan tiang berpuntir sejumlah kira-kira antara 2 hingga 3 buah. Tetap pencahayaannya sangatlah temaram..

Aku lari ketakutan..lari terus berlari…hingga aku keluar dari dimensi kedua, dan berada pada dimensi lapangan parkir. Di sana aku dan teman-temanku berjalan memutar area parkir untuk mencari jalan keluar agar tidak tertangkap alien itu. Ternyata aku tidak menemukan jalan atau pintu keluar. Aku panik, tembok pun tinggi disertai kawat berduri. Kesadaranku mengarahkanku untuk bertindak kreatif. Di dekat pagar paling pojok, aku mnemukan sebuah pijakan (entah itu apa), aku berusaha memijakinya dan membawa serta tubuhku untuk melompati pagar tersebut.

Aku melompat. Akhirnya aku keluar dari tempat jahanam itu. Teman2ku mengikuti jalanku dari belakang. Aku tidak melihat ke belakang, tp kesadaranku mengatakan bahwa memang keadaannya demikian. Aku juga sadar kalau alien itu masih mencoba mengejarku. Oleh karena itu, aku terus berlari..sambil melompat agar jarak ku lebih panjang. Aku melewati ladang yang luas..Entah sampai mana jauhnya..tp aku yakin, di depan mataku terhampar sangat luas ladang rendah. Sesekali selagi aku melewati ladang tersebut, aku menemukan beberapa petak pemakaman..Aku diliputi kecemasan..Kecemasan akan kematian..

 

Aku pun lelah berlari,,dan kembali ke kesadaran tertinggiku..berusaha menstabilkan nafas..Mengumpulkan jiwa.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.